Rabu, 26 April 2017

Meningkatnya Kebutuhan Oksigen Akibat Kepadatan Penduduk

Latar Belakang
Dunia ini dihidupi oleh berbagai jenis makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Setiap makhluk hidup memiliki kebutuhannya masing-masing agar dapat bertahan hidup. Kebutuhan tersebut antara lain adalah makanan, air, udara, cahaya matahari, dan tempat tinggal. Jika salah satu dari kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, secara tidak langsung kehidupan makhluk hidup pun akan terancam. Sebagai contoh, udara yang dibutuhkan oleh manusia adalah oksigen dan oksigen dihirup setiap saat oleh manusia.
Beriring dengan berjalannya waktu, pertumbuhan manusia pun berjalan dengan pesat. Pertumbuhan yang pesat akan menimbulkan kepadatan penduduk diberbagai wilayah dan hal ini tidak dapat dihindari. Kebutuhan oksigen bagi manusia pun akan semakin meningkat. Namun dikarenakan kebutuhan tersebut harus selalu terpenuhi, jumlah oksigen yang ada saat ini mulai menipis. Bukan hanya jumlah oksigen yang perlu dikhawatirkan, tetapi kualitas dari oksigen tersebut patut diperhatikan. Maka dari itu diperlukan upaya-upaya agar jumlah dan kualitas oksigen tetap terjaga sehingga kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya terpenuhi.

Pembahasan
Udara bersih merupakan kebutuhan bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Kebutuhan oksigen digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh mempertahankan hidup dan aktivitas berbagai organ atau sel. Kebutuhan tubuh terhadap oksigen merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan mendesak, tanpa oksigen dalam waktu tertentu sel tubuh akan mengalami kerusakan yang menetap dan menimbulkan kematian. Kebutuhan tubuh terhadap oksigen tidak tetap. Sewaktu-waktu tubuh memerlukan oksigen yang banyak oleh karena suatu sebab. Otak merupakan organ yang sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen. Otak masih mampu menoleransi kekurangan oksigen antara 3-5 menit. Apabila kekurangan kekurangan oksigen berlangsung lebih dari lima menit, dapat terjadi kerusakan sel otak secara permanen.
Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna. Polusi-polusi tersebut menyebabkan menurunnya kualitas oksigen di udara dan dapat berakibat pada kesehatan pernapasan manusia.
Manusia sebagai makhluk berakal perlu melakukan upaya demi menjaga jumlah dan kualitas oksigen sehingga kebutuhan oksigen bagi manusia dan makhluk hidup dapat terpenuhi. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih adalah sebagai berikut:
Melakukan penanaman pohon atau tanaman hias di sekitar kita. Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis.
Melakukan reboisasi untuk hutan yang rusak. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.
Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin. Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter  pada cerobong asap pabrik.
Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer. Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

Kesimpulan
Manusia membutuhkan oksigen agar dapat bertahan hidup. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Pencemaran udara pun marak terjadi akibat banyaknya gas-gas pencemar yang dapat menurunkan kualitas udara. Hal iini dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Perlu dilakukan kerja sama antar manusia dalam melestarikan udara yang ada saat ini. Upaya yang dapat dilakukan adalah enanam  pohon atau tanaman hias di pekarangan rumah, mengurangi penggunaan transportasi pribadi dan beralih ke transportasi umum, mengurangi pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon, mengurangi pembuangan gas sisa pada pabrik, dan melakukan reboisasi hutan.

Pendapat Pembentuk Paper
Udara yang tersedia saat ini sungguh memprihatinkan. Ketersediaan oksigen mulai menipis dikarenakan banyaknya manusia dan makhluk hidup yang bergantung pada oksigen. Udara disekitar saya pun tercemar oleh polusi yang dikeluarkan oleh transportasi maupun limbah gas pabrik. Saya pribadi memiliki penyakit pernapasan, hal ini cukup mengganggu aktivitas saya. Seringkali saya merasa sesak karena udara yang tidak bersih maupun kurangnya oksigen dalam satu tempat. Namun hal ini tidak hanya terjadi pada saya seorang, melainkan orang-orang terdekat saya pun merasakan hal yang sama. Saya pun berpikir, bagaimana kondisi udara 10 tahun yang akan datang? Dapatkah seseorang bertahan dengan kondisi udara yang akan datang? Hal ini dapat dipastikan akan lebih buruk jika kita tidak memperbaikinya mulai hari ini. Lakukanlah hal kecil seperti menanam pohon ataupun tanaman hias di pekarangan rumah. Menggunakan transportasi umum bukanlah hal yang buruk, dengan pencemaran udara pun akan berkurang. Hal ini tidak ditujukan untuk satu orang saja, melainkan bagi seluruh masyarakat.

Daftar Pustaka
https://dewikurniaherowati.wordpress.com/kelas-ix/3-3-perkembangan-penduduk-dan-dampaknya-bagi-lingkungan/

Lampiran

 Gambar 1. Polusi udara

Gambar 2. Polusi udara diakibatkan pertumbuhan penduduk

Gambar 3. Upaya Pelestarian Udara

Rabu, 11 Januari 2017

Review Jurnal Industri

Judul       : Production Management By Using Tools of Lean Manufacturing
Jurnal     : Logistics management – Modern development trends
Halaman : 43 - 56
Tahun     : 2016
Penulis    : Paulina Rewers dan Justyna Trojanowska
Reviewer  : Alya Raisa Faiza

Tujuan Penulisan
Tujuan dari jurnal ini adalah memperlihatkan implementasi alat lean manufacturing (produksi ramping) yang umum digunakan di perusahaan manufaktur dari berbagai bidang industri dan efek dari apa yang mereka terapkan bagi perusahaan. Selain itu, jurnal ini juga menunjukkan pengaruh perusahaan terhadap penggunaan alat-alat lean manufacturing.

Latar Belakang
Penulis melakukan penelitian mengenai lean manufacturing dikarenakan kompetisi di bidang industri semakin ketat di era globalisasi ini. Hal tersebut dikarenakan teknologi yang semakin berkembang, produk-produk baru dipasaran,dan pengaplikasian metode yang semakin inovatif. Agar dapat bersaing dengan perusahaan lain, perusahaan harus menggunakan metode operasional yang modern dengan memenuhi persyaratan dan paradigma yang ada. Selain harus memperhatikan kebutuhan konsumen, perusahaan pun ditekan untuk meminimalisir biaya produksi agar dapat melebihi persyaratan kualitas. Perusahaan menggunakan berbagai cara demi meminimalisir biaya produksinya dengan cara menerapkan konsep lean manufacturing. Lean manufacturing sendiri memiliki beberapa manfaat seperti mengurangi waktu proses kerja, mengurangi sampah produk, mengurangi kegiatan yang tidak diperlukan, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas produk.

Metodologi Penelitian
Hal pertama yang dilakukan penulis dalam penelitian adalah mencari literatur mengenai lean manufacturing. Literatur tersebut berisikan alat pada lean manufacturing seperti 5S, SMED, poka-yoke, kaizen, just in time, kanban, TPM, dan VSM. Langkah berikutnya adalah dengan mengambil data primer berupa kuesioner tertutup. Kuesioner yang telah disebar mendapatkan 56 responden dari berbagai ukuran industri (mikro, kecil, sedang, besar). Hasil kuesioner tersebut kemudian dianalisis dengan membuat grafik perbandingan.

Hasil penelitian
Jurnal tersebut memperoleh hasil berupa jumlah perusahaan yang menerapkan lean manufacturing berdasarkan ukuran perusahaan, jumlah perusahaan yang mengimplementasikan dengan berbagai alat lean manufacturing berdasarkan strategi produksi, dan efek yang dirasakan oleh perusahaan yang menerapkan lean manufacturing.

Beberapa perusahaan industri telah peduli dengan pengurangan sampah yang dihasilkan. Sebagian dari perusahaan industri sedang telah menerapkan lean manufacturing agar dapat bersaing dengan perusahaan unggulan. Perusahaan industri mikro maupun kecil biasanya belum menerapkan lean manufacturing, hal ini dikarenakan tidak adanya biaya untuk membayar pakar ataupun melatih pekerjanya. Rata-rata perusahaan industri besar telah menerapkan lean manufacturing.

Berdasarkan literatur, terdapat beberapa strategi produksi seperti make to stock, assembly to order, make to order, mixed production, dan engineering to order. Tabel diatas menunjukkan pengaruh yang didapatkan tergantung dari alat lean manufacturing yang digunakan.

Tabel diatas menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang menggunakan 5S sebagai alat lean manufacturing. Hal ini dikarenakan 5S merupakan tahap awal untuk meningkatkan produksi dan merupakan alat yang universal sehingga dapat digunakan diberbagai kondisi. Tabel tersebut pun menunjukkan bahwa hanya sedikit yang menggunakan poka-yoke sebagai alat lean manufacturing. Hal ini dikarenakan alat tersebut hanya dapat diimplementasikan bagi perusahaan yang sudah mengetahui dan berpengalaman dalam menerapkan lean manufacturing.

Kelebihan Jurnal
Jurnal tersebut sangat berguna bagi perusahaan yang belum memperhatikan efektivitas produksinya. Jurnal pun sudah sangat bagus dengan mengambil responden dari berbagai ukuran perusahaan.

Kekurangan Jurnal
Pembaca mungkin akan bingung dengan metode yang digunakan. Dikarenakan hal tersebut tidak disebutkan dengan jelas pada bagian jurnal.

Kesimpulan
Penerapan konsep lean manufacturing telah dilakukan oleh perusahaan besar, begitu pula di beberapa perusahaan sedang. Namun penerapan konsep lean manufacturing belum mendapat perhatian dari perusahaan mikro maupun kecil. Perusahaan besar biasanya mengambil keputusan dengan menerapkan lean manufacturing agar dapat meningkatkan proses produksi. Perusahaan mikro dan kecil harus memperhatikan sampah yang terbuang sia-sia karna dapat meningkatkan efisiensi produksi. Dibandingkan alat lain, lebih banyak perusahaan yang menggunakan 5S dan kaizen sebagai alatnya dikarenakan alat tersebut lebih fleksibel untuk digunakan. Dapat disimpulkan bahwa efektivitas produksi dapat ditingkatkan dengan mengurangi sampah yang terbuang sia-sia.




Source: http://www.wsl.com.pl/tl_files/wydawnictwo/publikacje/logistics_management_2016/Logistics_Management-modern_development_trends_part1_chapter_3.pdf

Link ppt: 
https://drive.google.com/open?id=0B-swX_PlfrR8R2JnQmJWODBNNE0

Selasa, 03 Januari 2017

Review Journal Analyzing the Effect of Social Media on Recruitment

Title         : Analyzing the Effect of Social Media on Recruitment
Journal     : International Journal of Management and Social Sciences Research (IJMSSR)
Pages       : 37 – 41
Year         : 2013
Writer      : Vaishali Lal dan Shruti Aggarwal
Reviewer : Alya Raisa Faiza

Objectives of The Study
The study aims at testing the popularity and effectiveness of the social media sites on one hand and also finding out the reliability and trustworthiness of these sites on the other hand.

Introduction
The companies use the social networking sites for finding talented professionals. There have been reports that the social networking sites have already dented the business of jobsites like monster.com. The social networking sites are gaining popularity as a source of recruitment as they offer better solutions as compared to the job sites. Not that the use of social networking sites is flawless. Undeniably, there are certain jobs than cannot be filled by using the social networking sites. And even if the social networking sites can be used for recruitment, they might have to be supplemented by some other source of recruitment to accomplish a meaningful recruitment task.

Research Methodology
The research methodology used includes primary data, secondary data and statistical tools like hypothesis testing and correlation

Results of The Study
The t-value of average frequency of changing jobs is 13.061 which show that average frequency is less than 2-4 years so the study show to reject the null hypothesis (average frequency of changing jobs is 2-4 years) and alternate hypothesis (average frequency of changing jobs is less than 2-4 years) stands true. Besides, the study shows that social networking sites are effective but not very effective and the most preferred site for employment is LinkedIn



The Advantages of The Journal
The journal have so many data for the study and the way they process it is good enough so the result can be accurate.The Journal can be a benefit for job seeker.

The Disadvantages of The Journal
Eventhough their result can be accurate, it also can be inaccurate because it depends n how they take their data. The Journal was made for Indian only, it will be better if the writers not only focus to Indian people but also for worldwide.

Conclusion
The study conducted reveals that majority of respondents are aware of the social networking sites and there is very low correlation between Age of employment and the awareness about social networking sites. One interesting indicator was that in current macroeconomic scenario frequency of changing jobs has come down substantially. The study also reveals that the most popular networking site for seeking employment is Linkedin because of its large user database and unique features like job highlighter and specialized email alerts.


Source: http://www.irjcjournals.org/ijmssr/sep2013/7.pdf

Selasa, 25 Oktober 2016

Opini Mengenai Perkembangan Teknik Industri

Perkembangan industri di Indonesia dapat dikatakan cukup lambat. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan industri dunia berawal pada pertengahan tahun 1700-an sedangkan perusahaan di Indonesia baru menyadari butuhnya pekerja dengan keahlian pekerja  dibidang industri dimulai pada tahun 1950-an. Sejatinya jurusan teknik mesin sudah mendapatkan ilmu mengenai manajemen produksi sekitar tahun 1960-an hingga akhirnya universitas di Indonesia mulai mengangkat jurusan teknik industri sebagai jurusan tersendiri sekitar tahun 1970-an.
Industri sendiri mempelajari hal-hal mengenai K3, ergonomi, PPIC, quality control, total quality management, dan sebagainya. Sebagian universitas di Indonesia yang memiliki jurusan teknik industri mempunyai sistem dimana mahasiswa dapat memilih mata kuliah yang ingin diambil beserta mata kuliah wajib yang harus diambil. Berbeda dengan sistem yang ada di Universitas Gunadarma dimana mahasiswa diharuskan mengambil seluruh mata kuliah yang sudah ditentukan oleh pihak kampus.

Menurut saya sistem yang digunakan oleh Universitas Gunadarma kurang memberikan pilihan kepada mahasiswanya untuk memilih mata kuliah yang mereka inginkan. Tidak semua mahasiswa berniat untuk mengambil seluruh mata kuliah yang ada, alangkah baiknya jika mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih mata kuliah yang mereka minati. Dengan digunakannya sistem tersebut mahasiswa dapat lebih bersemangat untuk mempelajari materi-materi yang diberikan. Untuk merealisasikan sistem tersebut, langkah yang harus diambil oleh pihak kampus adalah membagi mata kuliah yang ada menjadi beberapa submateri yang nantinya diangkat menjadi mata kuliah tersendiri sehingga memperbanyak pilihan mata kuliah yang dapat diambil oleh mahasiswa.

Minggu, 05 Juni 2016

Kasus Hak Merek

Produk produk rumah tangga yang diproduksi oleh Dart Industries Inc. telah dipasarkan di lebih dari 70 negara dengan memakai merek Tupperware. Dari ke-70 negara tersebut, Indonesia memiliki distributor tersendiri untuk produk tersebut yaitu PT. Imawi Benjaya. Tupperware pun sudah terdaftar di Indonesia dibawah no. pendaftaran 263213, 300665, 300644, 300666, 300658, 339994, 339399 untuk produk-produk buatan mereka.
PT. Imawi Benjaya selaku distributor nasional sekaligus penerima lisensi produk Tupperware di Indonesia, menemukan produk-produk dengan menggunakan desain-desain yang sama dengan desain-desain produk-produk Tupperware yang menggunakan merek Tulipware yang diproduksi oleh CV. Classic Anugrah Sejati yang berlokasi di bandung.
Dengan membadingkan antara produk-produk yang menggunakan merek Tupperware dan produk-produk dengan merek Tulipware, maka terlihat secara jelas bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh pihak yang memproduksi produk Tulipware, sebagai berikut :
  • Terdapat persamaan pada pokoknya antara merek Tulipware dengan Tupperware untuk produk-produk yang sejenis
  • Penempatan merek pada bagian bawah wadah dan bentuk tulisan yang sama lebih dominan, sehingga menonjolkan unsur persamaan dibandingkan perbedaannya. Keberadaan produk-produk sejenis yang menggunakan merek Tupperware dan Tulipware membingungkan dan mencaukan konsumen mengenai asal-usul barang.
  • Merek Tulipware yang dipergunakan pada barang-barang berbeda dengan etiket merek yang diajukan permohonannya pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.


    Dilihat dari kasus tersebut, membuktikan bahwa peran hak merek sangat penting dalam dunia perdagangan. Terlebih lagi dengan adanya perdagangan global, perusahaan perlu menandai produknya dengan merek berupa nama ataupun simbol. Dengan berkembangnya hubungan perdagangan internasional yang semakin global dan pesat, sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi di tiap negara tentunya akan memberikan dampak di bidang teknologi, informasi, komunikasi dan transportasi, yang mana berbagai bidang tersebut merupakan faktor yang  memicu globalisasi HaKI. Dengan demikian, HaKI penting mendapatkan perlindungan hukum karena merupakan karya-karya intelektual yang dihasilkan karena intelktualitas manusia.

Hak Merek

Pengertian Hak Merek
Menurut UU No.15 Tahun 2001, merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.
Merek dapat dibedakan dalam beberapa macam, antara lain:
1.        Merek Dagang
Merek digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang/beberapa orang/badan hukum untuk membedakan dengan barang sejenis.
2.        Merek Jasa
Merek digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang/beberapa orang/badan hukum untuk membedakan dengan jasa sejenis.
3.        Merek Kolektif
Merek digunakan pada barang/jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang/badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang/ jasa sejenisnya.

Hak Merek adalah hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek terdaftar dalam daftar umum merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan ijin kepada pihak lain untuk menggunakannya.

Fungsi Merek
    Menurut Endang Purwaningsih, suatu merek digunakan oleh produsen atau pemilik merek untuk melindungi produknya, baik berupa jasa atau barang dagang lainnya, menurut beliau suatu merek memiliki fungsi sebagai berikut:
  1. Fungsi pembeda, yakni membedakan produk yang satu dengan produk perusahaan lain
  2. Fungsi jaminan reputasi, yakni selain sebagai tanda asal usul produk, juga secara pribadi menghubungkan reputasi produk bermerek tersebut dengan produsennya, sekaligus memberikan jaminan kualitas akan produk tersebut.
  3. Fungsi promosi, yakni merek juga digunakan sebagai sarana memperkenalkan dan mempertahankan reputasi produk lama yang diperdagangkan, sekaligus untuk menguasai pasar.
  4. Fungsi rangsangan investasi dan pertumbuhan industri, yakni merek dapat menunjang pertumbuhan industri melalui penanaman modal, baik asing maupun dalam negeri dalam menghadapi mekanisme pasar bebas.

      Fungsi merek dapat dilihat dari sudut produsen, pedagang dan konsumen. Dari segi produsen merek digunakan untuk jaminan nilai hasil produksinya, khususnya mengenai kualitas, kemudian pemakaiannya, dari pihak pedagang, merek digunakan untuk promosi barang-barang dagangannya guna mencari dan meluaskan pasaran, dari pihak konsumen, merek digunakan untuk mengadakan pilihan barang yang akan dibeli.
Sedangkan, Menurut Imam Sjahputra, fungsi merek adalah sebagai berikut:
a.         Sebagai tanda pembeda (pengenal);
b.         Melindungi masyarakat konsumen ;
c.         Menjaga dan mengamankan kepentingan produsen;
d.        Memberi gengsi karena reputasi;
e.         Jaminan kualitas.
Dengan didaftarkannya suatu merek, maka hal ini berfungsi sebagai:
1.    Alat bukti sebagai pemilik yang berhak atas merek yang didaftarkan;
2. Dasar penolakan terhadap merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya yang dimohonkan pendaftaran oleh orang lain untuk barang/jasa sejenisnya;

3.  Dasar untuk mencegah orang lain memakai merek yang sama keseluruhan  atau  sama  pada pokoknya  dalam  peredaran  untuk barang/jasa sejenisnya.

Minggu, 24 April 2016

Kasus Hak Paten

Kasus gugatan atas paten terjadi terhadap jejaring sosial. Yahoo melayangkan gugatan atas kekayaan intelektual terhadap Facebook. Yahoo mengklaim jejaring sosial itu telah melanggar 10 hak patennya termasuk sistem dan metode untuk iklan di situs. Facebook membantah tuduhan itu. Gugatan itu muncul menyusul rencana Facebook untuk melakukan go publik. Masalah hak paten biasa terjadi antara pembuat smartphone, tetapi untuk pertama kalinya masalah ini diributkan oleh kedua raksasa internet. Dalam sebuah pernyataan dari Yahoo menyebutkan bahwa ini adalah kasus yang besar.
"Paten Yahoo berkaitan dengan inovasi dalam produk online, termasuk layanan pesan, generasi berita berbayar, komentar sosial dan tampilan iklan, mencegah penipuan dan kontrol terhadap kerahasiaan," seperti disebutkan dalam gugatan itu.
Model jejaring sosial Facebook, yang mengijinkan pengguna untuk menciptakan profil dan terhubung dengan, diantara hal yang lain, seseorang atau bisnis, itu berbasis pada paten teknologi jeraring sosial yang dimiliki Yahoo. Jejaring sosial mengisyaratkan bahwa Yahoo tidak berupaya keras untuk menyelesaikan masalah itu tanpa melibatkan pengadilan. Digambarkan langkah Yahoo ini menimbulkan teka-teki.
"Kami kecewa terhadap Yahoo, yang selama ini merupakan mitra bisnis Facebook dan sebuah perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari asosiasinya dengan Facebook, dan memutuskan untuk menempuh jalur hukum," tambahnya.


Kasus tersebut merupakan pengklaiman hak paten terhadap teknologi. Bagi beberapa orang hal ini dianggap ‘lucu’ karena untuk pertama kalinya terjadi permasalahan di media sosial. Dengan adanya permasalahan seperti ini, ada baiknya terdapat hokum tentang hak paten terhadap teknologi khususnya media sosial. Dengan adanya hak paten, akan adanya sistem perlindungan terhadap karya intelektual. Tindakan ini dilakukan bertujuan untuk agar tidak terjadi masalah-masalah seperti mengklaim (pembajakan).