Senin, 29 Mei 2017

SEJARAH TAMAN HEULANG

Akhir – akhir ini, Bogor dimanjakan dengan berbagai taman baru di perkotaannya. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan program menjadikan Kota Bogor sebagai kota sejuta taman. Saat ini sudah ada 199 taman di Kota Bogor, 10 di antaranya merupakan hasil revitalisasi dan pembaharuan. Salah satu taman yang baru dibangun adalah Taman Heulang.
Dulu sebelum Taman Heulang dibangun, tempat tersebut merupakan lapangan heulang. Lapangan tersebut biasa digunakan oleh warga sekitar untuk bermain bola. Berikut adalah foto yang diambil oleh google satellite pada Juli 2015, dapat dilihat bahwa tempat tersebut masih berupa lapangan dan belum ada perubahan sebagai taman.


Pembangunan Taman Heulang ini dimulai dari 1 September 2016 dan hingga akhirnya diresmikan akhir Desember 2016. Taman Heulang sendiri memiliki luas sekitar 28.000 meter persegi yang merupakan taman terbesar di Kota Bogor. Pembangunannya sendiri membutuhkan anggaran sekitar Rp 4,3 Miliar. Akhirnya taman ini berubah dari lapangan sepak bola menjadi taman kota yang indah.
Taman Heulang berada di Jl. Heulang yang menghubungkan antara Jl. Dadali dan Jl. Ahmad Yani. Untuk lebih jelasnya, taman ini berada di sebelah SMK Negeri 1 Bogor dan juga tepat berada di belakang SMP Negeri 5 Bogor.


Fasilitas Taman


Kriteria taman kota yang baik salah satunya adalah memiliki fasilitas serta elemen seperti vegetasi termasuk pohon peneduh, pedestrian, tempat duduk, arena bermain, jogging track, penerangan yang cukup, tempat sampah, jalur sepeda, tempat parkir, pos keamanan, toilet, fasilitas kaum disable, anak-anak, serta orang lanjut usia yang memadai. Demi mewujudkan taman kota yang memenuhi kriteria, Taman Heulang tentu saja memiliki atau menyediakan berbagai fasilitas diantaranya adalah sebagai berikut.
1.      Tempat berteduh
Tidak menjadi masalah bagi pengunjung yang datang beramai-ramai jika ingin mencari tempat berteduh, karena di taman heulang sudah disediakan gazebo yang dapat memuat banyak orang. Jika membawa bekal dari rumah, para pengunjung dapat menikmati bekalnya tersebut sambal berteduh di gazebo.
2.      Pedestrian dan jalur sepeda
Taman heulang pun memiliki fasilitas berupa pedestrian dan jalur sepeda. Sayangnya pedestrian dan jalur sepeda di taman heulang
3.      Tempat duduk
Tempat duduk merupakan bagian terpenting dari sebuah taman. Tempat duduk yang terdapat di Taman Heulang memiliki berbagai macam jenis yaitu bangku single, bangku grup, dan bangku besar.
4.      Jogging track
Jika anda datang pagi hari ke Taman Heulang, anda akan melihat beberapa orang sedang jogging di taman ini. Hal ini sungguh maklum karena taman heulang salah satu tempat yang nyaman untuk dijadikan track jogging.
5.      Pengintai CCTV
Penggunaan CCTV di taman heulang bertujuan agar tidak ada masyarakat yang memiliki niat buruk saat berada di taman heulang. Juga bertujuan agar masyarakat menjaga norma asusila.
6.      Air mancur
Pengadaan air mancur bertujuan untuk menambah keindahan pada taman
7.      Toilet
Tentunya toilet dibutuhkan ditempat umum.
8.      Rumah jaga
Rumah jaga berguna untuk menjaga ketertiban di taman heulang
9.      Panggung
Luar biasanya taman heulang adalah di taman ini terdapat panggung. Panggung ini digunakan jika ada event-event tertentu.


Berdasarkan fasilitas-fasilitas yang sudah disebut diatas, diketahui bahwa taman heulang termasuk kriteria taman yang baik. Selain fasilitas fasilitas tersebut, taman heulang merupakan salah satu paru-paru kota bogor. Taman Heulang memiliki banyak sekali pohon dan tanaman, bahkan terdapat hydropolik yang dipelihara di Taman Heulang.

Rabu, 26 April 2017

Meningkatnya Kebutuhan Oksigen Akibat Kepadatan Penduduk

Latar Belakang
Dunia ini dihidupi oleh berbagai jenis makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Setiap makhluk hidup memiliki kebutuhannya masing-masing agar dapat bertahan hidup. Kebutuhan tersebut antara lain adalah makanan, air, udara, cahaya matahari, dan tempat tinggal. Jika salah satu dari kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, secara tidak langsung kehidupan makhluk hidup pun akan terancam. Sebagai contoh, udara yang dibutuhkan oleh manusia adalah oksigen dan oksigen dihirup setiap saat oleh manusia.
Beriring dengan berjalannya waktu, pertumbuhan manusia pun berjalan dengan pesat. Pertumbuhan yang pesat akan menimbulkan kepadatan penduduk diberbagai wilayah dan hal ini tidak dapat dihindari. Kebutuhan oksigen bagi manusia pun akan semakin meningkat. Namun dikarenakan kebutuhan tersebut harus selalu terpenuhi, jumlah oksigen yang ada saat ini mulai menipis. Bukan hanya jumlah oksigen yang perlu dikhawatirkan, tetapi kualitas dari oksigen tersebut patut diperhatikan. Maka dari itu diperlukan upaya-upaya agar jumlah dan kualitas oksigen tetap terjaga sehingga kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya terpenuhi.

Pembahasan
Udara bersih merupakan kebutuhan bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Kebutuhan oksigen digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh mempertahankan hidup dan aktivitas berbagai organ atau sel. Kebutuhan tubuh terhadap oksigen merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan mendesak, tanpa oksigen dalam waktu tertentu sel tubuh akan mengalami kerusakan yang menetap dan menimbulkan kematian. Kebutuhan tubuh terhadap oksigen tidak tetap. Sewaktu-waktu tubuh memerlukan oksigen yang banyak oleh karena suatu sebab. Otak merupakan organ yang sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen. Otak masih mampu menoleransi kekurangan oksigen antara 3-5 menit. Apabila kekurangan kekurangan oksigen berlangsung lebih dari lima menit, dapat terjadi kerusakan sel otak secara permanen.
Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna. Polusi-polusi tersebut menyebabkan menurunnya kualitas oksigen di udara dan dapat berakibat pada kesehatan pernapasan manusia.
Manusia sebagai makhluk berakal perlu melakukan upaya demi menjaga jumlah dan kualitas oksigen sehingga kebutuhan oksigen bagi manusia dan makhluk hidup dapat terpenuhi. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih adalah sebagai berikut:
Melakukan penanaman pohon atau tanaman hias di sekitar kita. Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis.
Melakukan reboisasi untuk hutan yang rusak. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.
Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin. Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter  pada cerobong asap pabrik.
Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer. Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

Kesimpulan
Manusia membutuhkan oksigen agar dapat bertahan hidup. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Pencemaran udara pun marak terjadi akibat banyaknya gas-gas pencemar yang dapat menurunkan kualitas udara. Hal iini dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Perlu dilakukan kerja sama antar manusia dalam melestarikan udara yang ada saat ini. Upaya yang dapat dilakukan adalah enanam  pohon atau tanaman hias di pekarangan rumah, mengurangi penggunaan transportasi pribadi dan beralih ke transportasi umum, mengurangi pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon, mengurangi pembuangan gas sisa pada pabrik, dan melakukan reboisasi hutan.

Pendapat Pembentuk Paper
Udara yang tersedia saat ini sungguh memprihatinkan. Ketersediaan oksigen mulai menipis dikarenakan banyaknya manusia dan makhluk hidup yang bergantung pada oksigen. Udara disekitar saya pun tercemar oleh polusi yang dikeluarkan oleh transportasi maupun limbah gas pabrik. Saya pribadi memiliki penyakit pernapasan, hal ini cukup mengganggu aktivitas saya. Seringkali saya merasa sesak karena udara yang tidak bersih maupun kurangnya oksigen dalam satu tempat. Namun hal ini tidak hanya terjadi pada saya seorang, melainkan orang-orang terdekat saya pun merasakan hal yang sama. Saya pun berpikir, bagaimana kondisi udara 10 tahun yang akan datang? Dapatkah seseorang bertahan dengan kondisi udara yang akan datang? Hal ini dapat dipastikan akan lebih buruk jika kita tidak memperbaikinya mulai hari ini. Lakukanlah hal kecil seperti menanam pohon ataupun tanaman hias di pekarangan rumah. Menggunakan transportasi umum bukanlah hal yang buruk, dengan pencemaran udara pun akan berkurang. Hal ini tidak ditujukan untuk satu orang saja, melainkan bagi seluruh masyarakat.

Daftar Pustaka
https://dewikurniaherowati.wordpress.com/kelas-ix/3-3-perkembangan-penduduk-dan-dampaknya-bagi-lingkungan/

Lampiran

 Gambar 1. Polusi udara

Gambar 2. Polusi udara diakibatkan pertumbuhan penduduk

Gambar 3. Upaya Pelestarian Udara

Rabu, 11 Januari 2017

Review Jurnal Industri

Judul       : Production Management By Using Tools of Lean Manufacturing
Jurnal     : Logistics management – Modern development trends
Halaman : 43 - 56
Tahun     : 2016
Penulis    : Paulina Rewers dan Justyna Trojanowska
Reviewer  : Alya Raisa Faiza

Tujuan Penulisan
Tujuan dari jurnal ini adalah memperlihatkan implementasi alat lean manufacturing (produksi ramping) yang umum digunakan di perusahaan manufaktur dari berbagai bidang industri dan efek dari apa yang mereka terapkan bagi perusahaan. Selain itu, jurnal ini juga menunjukkan pengaruh perusahaan terhadap penggunaan alat-alat lean manufacturing.

Latar Belakang
Penulis melakukan penelitian mengenai lean manufacturing dikarenakan kompetisi di bidang industri semakin ketat di era globalisasi ini. Hal tersebut dikarenakan teknologi yang semakin berkembang, produk-produk baru dipasaran,dan pengaplikasian metode yang semakin inovatif. Agar dapat bersaing dengan perusahaan lain, perusahaan harus menggunakan metode operasional yang modern dengan memenuhi persyaratan dan paradigma yang ada. Selain harus memperhatikan kebutuhan konsumen, perusahaan pun ditekan untuk meminimalisir biaya produksi agar dapat melebihi persyaratan kualitas. Perusahaan menggunakan berbagai cara demi meminimalisir biaya produksinya dengan cara menerapkan konsep lean manufacturing. Lean manufacturing sendiri memiliki beberapa manfaat seperti mengurangi waktu proses kerja, mengurangi sampah produk, mengurangi kegiatan yang tidak diperlukan, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas produk.

Metodologi Penelitian
Hal pertama yang dilakukan penulis dalam penelitian adalah mencari literatur mengenai lean manufacturing. Literatur tersebut berisikan alat pada lean manufacturing seperti 5S, SMED, poka-yoke, kaizen, just in time, kanban, TPM, dan VSM. Langkah berikutnya adalah dengan mengambil data primer berupa kuesioner tertutup. Kuesioner yang telah disebar mendapatkan 56 responden dari berbagai ukuran industri (mikro, kecil, sedang, besar). Hasil kuesioner tersebut kemudian dianalisis dengan membuat grafik perbandingan.

Hasil penelitian
Jurnal tersebut memperoleh hasil berupa jumlah perusahaan yang menerapkan lean manufacturing berdasarkan ukuran perusahaan, jumlah perusahaan yang mengimplementasikan dengan berbagai alat lean manufacturing berdasarkan strategi produksi, dan efek yang dirasakan oleh perusahaan yang menerapkan lean manufacturing.

Beberapa perusahaan industri telah peduli dengan pengurangan sampah yang dihasilkan. Sebagian dari perusahaan industri sedang telah menerapkan lean manufacturing agar dapat bersaing dengan perusahaan unggulan. Perusahaan industri mikro maupun kecil biasanya belum menerapkan lean manufacturing, hal ini dikarenakan tidak adanya biaya untuk membayar pakar ataupun melatih pekerjanya. Rata-rata perusahaan industri besar telah menerapkan lean manufacturing.

Berdasarkan literatur, terdapat beberapa strategi produksi seperti make to stock, assembly to order, make to order, mixed production, dan engineering to order. Tabel diatas menunjukkan pengaruh yang didapatkan tergantung dari alat lean manufacturing yang digunakan.

Tabel diatas menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang menggunakan 5S sebagai alat lean manufacturing. Hal ini dikarenakan 5S merupakan tahap awal untuk meningkatkan produksi dan merupakan alat yang universal sehingga dapat digunakan diberbagai kondisi. Tabel tersebut pun menunjukkan bahwa hanya sedikit yang menggunakan poka-yoke sebagai alat lean manufacturing. Hal ini dikarenakan alat tersebut hanya dapat diimplementasikan bagi perusahaan yang sudah mengetahui dan berpengalaman dalam menerapkan lean manufacturing.

Kelebihan Jurnal
Jurnal tersebut sangat berguna bagi perusahaan yang belum memperhatikan efektivitas produksinya. Jurnal pun sudah sangat bagus dengan mengambil responden dari berbagai ukuran perusahaan.

Kekurangan Jurnal
Pembaca mungkin akan bingung dengan metode yang digunakan. Dikarenakan hal tersebut tidak disebutkan dengan jelas pada bagian jurnal.

Kesimpulan
Penerapan konsep lean manufacturing telah dilakukan oleh perusahaan besar, begitu pula di beberapa perusahaan sedang. Namun penerapan konsep lean manufacturing belum mendapat perhatian dari perusahaan mikro maupun kecil. Perusahaan besar biasanya mengambil keputusan dengan menerapkan lean manufacturing agar dapat meningkatkan proses produksi. Perusahaan mikro dan kecil harus memperhatikan sampah yang terbuang sia-sia karna dapat meningkatkan efisiensi produksi. Dibandingkan alat lain, lebih banyak perusahaan yang menggunakan 5S dan kaizen sebagai alatnya dikarenakan alat tersebut lebih fleksibel untuk digunakan. Dapat disimpulkan bahwa efektivitas produksi dapat ditingkatkan dengan mengurangi sampah yang terbuang sia-sia.




Source: http://www.wsl.com.pl/tl_files/wydawnictwo/publikacje/logistics_management_2016/Logistics_Management-modern_development_trends_part1_chapter_3.pdf

Link ppt: 
https://drive.google.com/open?id=0B-swX_PlfrR8R2JnQmJWODBNNE0

Selasa, 03 Januari 2017

Review Journal Analyzing the Effect of Social Media on Recruitment

Title         : Analyzing the Effect of Social Media on Recruitment
Journal     : International Journal of Management and Social Sciences Research (IJMSSR)
Pages       : 37 – 41
Year         : 2013
Writer      : Vaishali Lal dan Shruti Aggarwal
Reviewer : Alya Raisa Faiza

Objectives of The Study
The study aims at testing the popularity and effectiveness of the social media sites on one hand and also finding out the reliability and trustworthiness of these sites on the other hand.

Introduction
The companies use the social networking sites for finding talented professionals. There have been reports that the social networking sites have already dented the business of jobsites like monster.com. The social networking sites are gaining popularity as a source of recruitment as they offer better solutions as compared to the job sites. Not that the use of social networking sites is flawless. Undeniably, there are certain jobs than cannot be filled by using the social networking sites. And even if the social networking sites can be used for recruitment, they might have to be supplemented by some other source of recruitment to accomplish a meaningful recruitment task.

Research Methodology
The research methodology used includes primary data, secondary data and statistical tools like hypothesis testing and correlation

Results of The Study
The t-value of average frequency of changing jobs is 13.061 which show that average frequency is less than 2-4 years so the study show to reject the null hypothesis (average frequency of changing jobs is 2-4 years) and alternate hypothesis (average frequency of changing jobs is less than 2-4 years) stands true. Besides, the study shows that social networking sites are effective but not very effective and the most preferred site for employment is LinkedIn



The Advantages of The Journal
The journal have so many data for the study and the way they process it is good enough so the result can be accurate.The Journal can be a benefit for job seeker.

The Disadvantages of The Journal
Eventhough their result can be accurate, it also can be inaccurate because it depends n how they take their data. The Journal was made for Indian only, it will be better if the writers not only focus to Indian people but also for worldwide.

Conclusion
The study conducted reveals that majority of respondents are aware of the social networking sites and there is very low correlation between Age of employment and the awareness about social networking sites. One interesting indicator was that in current macroeconomic scenario frequency of changing jobs has come down substantially. The study also reveals that the most popular networking site for seeking employment is Linkedin because of its large user database and unique features like job highlighter and specialized email alerts.


Source: http://www.irjcjournals.org/ijmssr/sep2013/7.pdf

Selasa, 25 Oktober 2016

Opini Mengenai Perkembangan Teknik Industri

Perkembangan industri di Indonesia dapat dikatakan cukup lambat. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan industri dunia berawal pada pertengahan tahun 1700-an sedangkan perusahaan di Indonesia baru menyadari butuhnya pekerja dengan keahlian pekerja  dibidang industri dimulai pada tahun 1950-an. Sejatinya jurusan teknik mesin sudah mendapatkan ilmu mengenai manajemen produksi sekitar tahun 1960-an hingga akhirnya universitas di Indonesia mulai mengangkat jurusan teknik industri sebagai jurusan tersendiri sekitar tahun 1970-an.
Industri sendiri mempelajari hal-hal mengenai K3, ergonomi, PPIC, quality control, total quality management, dan sebagainya. Sebagian universitas di Indonesia yang memiliki jurusan teknik industri mempunyai sistem dimana mahasiswa dapat memilih mata kuliah yang ingin diambil beserta mata kuliah wajib yang harus diambil. Berbeda dengan sistem yang ada di Universitas Gunadarma dimana mahasiswa diharuskan mengambil seluruh mata kuliah yang sudah ditentukan oleh pihak kampus.

Menurut saya sistem yang digunakan oleh Universitas Gunadarma kurang memberikan pilihan kepada mahasiswanya untuk memilih mata kuliah yang mereka inginkan. Tidak semua mahasiswa berniat untuk mengambil seluruh mata kuliah yang ada, alangkah baiknya jika mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih mata kuliah yang mereka minati. Dengan digunakannya sistem tersebut mahasiswa dapat lebih bersemangat untuk mempelajari materi-materi yang diberikan. Untuk merealisasikan sistem tersebut, langkah yang harus diambil oleh pihak kampus adalah membagi mata kuliah yang ada menjadi beberapa submateri yang nantinya diangkat menjadi mata kuliah tersendiri sehingga memperbanyak pilihan mata kuliah yang dapat diambil oleh mahasiswa.

Minggu, 05 Juni 2016

Kasus Hak Merek

Produk produk rumah tangga yang diproduksi oleh Dart Industries Inc. telah dipasarkan di lebih dari 70 negara dengan memakai merek Tupperware. Dari ke-70 negara tersebut, Indonesia memiliki distributor tersendiri untuk produk tersebut yaitu PT. Imawi Benjaya. Tupperware pun sudah terdaftar di Indonesia dibawah no. pendaftaran 263213, 300665, 300644, 300666, 300658, 339994, 339399 untuk produk-produk buatan mereka.
PT. Imawi Benjaya selaku distributor nasional sekaligus penerima lisensi produk Tupperware di Indonesia, menemukan produk-produk dengan menggunakan desain-desain yang sama dengan desain-desain produk-produk Tupperware yang menggunakan merek Tulipware yang diproduksi oleh CV. Classic Anugrah Sejati yang berlokasi di bandung.
Dengan membadingkan antara produk-produk yang menggunakan merek Tupperware dan produk-produk dengan merek Tulipware, maka terlihat secara jelas bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh pihak yang memproduksi produk Tulipware, sebagai berikut :
  • Terdapat persamaan pada pokoknya antara merek Tulipware dengan Tupperware untuk produk-produk yang sejenis
  • Penempatan merek pada bagian bawah wadah dan bentuk tulisan yang sama lebih dominan, sehingga menonjolkan unsur persamaan dibandingkan perbedaannya. Keberadaan produk-produk sejenis yang menggunakan merek Tupperware dan Tulipware membingungkan dan mencaukan konsumen mengenai asal-usul barang.
  • Merek Tulipware yang dipergunakan pada barang-barang berbeda dengan etiket merek yang diajukan permohonannya pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.


    Dilihat dari kasus tersebut, membuktikan bahwa peran hak merek sangat penting dalam dunia perdagangan. Terlebih lagi dengan adanya perdagangan global, perusahaan perlu menandai produknya dengan merek berupa nama ataupun simbol. Dengan berkembangnya hubungan perdagangan internasional yang semakin global dan pesat, sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi di tiap negara tentunya akan memberikan dampak di bidang teknologi, informasi, komunikasi dan transportasi, yang mana berbagai bidang tersebut merupakan faktor yang  memicu globalisasi HaKI. Dengan demikian, HaKI penting mendapatkan perlindungan hukum karena merupakan karya-karya intelektual yang dihasilkan karena intelktualitas manusia.